Selasa, 24 Januari 2017

Nusa Tenggara Barat



Nusa Tenggara Barat

Gambaran Umum Nusa Tenggara Barat (NTB)
Nusa Tenggara Barat kaya akan hasil alam, panorama alam, dan sosial budaya. Tidak dapat dipungkiri, apabila berkunjung ke Nusa Tenggara Barat, wisatawan akan takjub melihat kehidupan masyarakatnya, kehidupan bawah laut, bentang alamnya, budayanya. Seperti apa ya NTB itu, yuuk terus ikuti tulisan saya ^_^
NTB dengan luas wilayah 20.153,15 km2 terdiri dari 2 Pulau: Pulau Lombok dengan pulau-pulau kecil di sekitarnya seluas 4.738,70 km2 dan Pulau Sumbawa dengan pulau-pulau kecil di sekitarnya seluas 15.414,45 km2.
Geografi
Daerah NTB terletak di gugusan Kepulauan Nusa Tenggara pada posisi antara 115 46' sampai 119` 10′ Bujur Timur, 8 5' sampai 9 5' Lintang Selatan (keterangan ` maksudnya adalah derajat). Batas-batasnya adalah:
  • Di sebelah Utara: Laut Flores
  • Di sebelah Selatan: Samudera Hindia
  • Di sebelah Barat : Selat Lombok
  • Di sebelah Timur: Selat Sape
Maps Nusa Tenggara Barat

NTB lahir pada tanggal 17 Desember 1958 terbagi menjadi 6 Kabupaten dan ditambah 1 Kotamadya:
  • Kabupaten Lombok Barat dengan Ibukota Mataram
  • Kabupaten Lombok Tengah dengan Ibukota Praya
  • Kabupaten Lombok Timur dengan Ibukota Selong
  • Kabupaten Sumbawa dengan Ibukota Sumbawa Besar
  • Kabupaten Dompu dengan Ibukota Dompu
  • Kabupaten Bima dengan Ibukota Raba
  • Kotamadya Mataram dengan Ibukota Mataram.
Gambar Maps Pulau Lombok
Pulau Lombok luasnya 1/3 dari Pulau Sumbawa dan keadaan alamnya lebih subur daripada Pulau Sumbawa. Pulau Lombok dengan Gunung Rinjani membelah daratan pulau menjadi 2 bagian. Bagian utara kompleks rinjani kebanyakan terdapat daerah savana yang kering, hanya dapat ditanami pada musim penghujan saja. Letaknya pada daerah bayangan hujan. Di daerah itu terkenal dengan hasil kapasnya sejak abad-17.
Bagian selatan kompleks Pegunungan Rinjani dibagi atas daratan rendah dan bukit barisan yang sejajar dengan garis pantai mulai dati Belongas di sebelah barat sampai Sekaroh di sebelah timur. Barisan perbukita ini kebanyakan berbatu kapur, yaitu pada zaman dahulu adalah bukit yang subur yang ditumbuhi oleh semak belukar yang lebat.

Gambar Maps Pulau Sumbawa
Daerah Pulau Sumbawa terutama bagian barat kebanyakan ditutupi oleh perbukitan. Gunung dan bukit di bagian tengah ditumbuhi hutan belukar yang membentag dari Barat ke Timur.
Dataran rendah kebanyakan terdapat di daerah pantai di sekeliling teluk dan lembah-lembah yang dipotong-potong serta terpisah satu dengan yang lain oleh barisan perbukitan yang ditumbuhi hutan belukar. Luas dataran rendahnya kurang lebih 15%-20%. Dataran itu terdapat sepanjang pantai Utara dan Barat mulai dari Jereweh di pantai barat, Taliwang, Seteluk, Alas, Utan, Sumbawa Besar, Moyo Hilir, Lape, Lopok, Plampang, dan Empang, sedangkan di pantai selatan pantainya bertebing. Hanya sedikit dataran rendah di Lunyuk, Sesokat, Brang Tiram, dan Sejorok.
Sumbawa Timur meliputi Kabupaten Bima terdiri dari daratan rendah dan daerah pegunungan. Dataran rendah terbentang di sekitar kota Raba dan Bima, Kecamatan Woha, Kecamatan Belo, Monta, Bolo, dan Kecamatan Sape. Disebelah Timur terdapat dataran tinggi Wawo. Di sebelah ujung utaranya terdapat Pulau Sangiang yang bergunung api.
Di sebelah utara teluk Bima terdapat dataran tinggi Donggo. Di sebelah selatan kota BIma terdapat dataran rendah dan jalur daerah pegunungan, yaitu di kecamatan Woha, Belo, Monta, dan Bolo. NTB dipengaruhi oleh angin Musson. Angin musson barat yang basah dan angin musson tenggara yang kering. Curah hujan yang terbanyak di pulau Lombok adalah antara bulan November dan bulan April, sedangkan di Pulau Sumbawa curah hujan terbanyak antara bulan Juni dan September.
Penduduk NTB terdiri dari beberapa suku bangsa, yaitu Suku Sasak di Pulau Lombok, Samawa di Sumbawa Barat, dan Mbojo di Sumbawa Tengah dan Sumbawa Timur serta suku Bali di Lombok.
Di wilayah Kabupaten Lombok Barat bagian utara terdapat satu daerah yang didiami oleh masyarakat Suku Sasak Bayan. Mereka hidup dalam lingkungan alam dan budaya yang memiliki pohon-pohon rindang dan terletak di dataran tinggi.
Suku Samawa dan Mbojo hidup di lingkungan alam yang suhu udaranya cukup tinggi.

Demikian tulisan gambaran umum NTB, selanjutnya saya akan menuliskan mengenai pakaian tradisional masyarakat NTB.

Wassalamu’alaykum,

Sumber: Departemen pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Kebudayaan. 1999. Pakaian Tradisional NTB.

Jumat, 13 Januari 2017

Kekuatan Marketing

Dalam permainan sepak bola, menggiring bola ke gawang adalah proses selling, namun tidak semua akan menghasilkan goal. Begitu juga apabila ada prospek yang ingin membeli lalu saya melakukan presentasi, belum tentu prospek tersebut mau (goal). Dari sekian prospek yang sudah dipresentasikan, ada yang beli ada juga yang menolak. Apabila dilihat dari alasan si prospek tidak membeli, meski awalnya tertarik dan sudah mendengar penjelasan dari penjual, ada lima hal penyebab mereka tidak jadi membeli. Lima penyebab tersebut adalah:
  1. No money: uangnya tidak cukup, merasa kemahalan atau ingin produk yang lebih murah.
  2. No time: saat prospek butuh cepat, namun kita tidak bisa memenuhi permintaannya.
  3. No need: prospek merasa tidak memerlukan produk/jasa yang pelaku usaha tawarkan.
  4. No urgency: prospek perlu/tertarik dengan produk/jasa yang pelaku usaha tawarkan, namun tidak dalam waktu dekat.
  5. No trust: prospek tidak percaya kepada perusahaannya, tidak percaya kepada produknya, tidak percaya kepada salesnya, atau kombinasi ketiga hal tersebut.
Tugas pelaku usaha sebagai penjual atau sales team adalah membuat ke-5 hal tersebut di atas diatasi sampai akhir closing. Bagaimana cara closingnya? Berikut adalah 9 aturan closing:
  1. Selalu duduk saat negosiasi dan closing
  2. Penawaran dipresentasikan secara tertulis
  3. Penawaran dikomunikasikan dengan jelas
  4. Kontak mata
  5. Selalu membawa alat tulis dan daftar kunjungan
  6. Perlakukan prospek sebagai pembeli
  7. Percaya diri dan rileks
  8. Tetap berpikiran positif dan senyum
  9. Ajukan pertanyaan yang tepat
1. Selalu Duduk saat Negosiasi dan Closing
  1. Posisi Korner
 332-table_corner
Posisi duduk seperti ini sangat baik untuk mempersuasi teman bicara Anda, melakukan wawancara dengan keterbukaan dan melakukan presentasi suatu produk. Anda bisa mempresentasikan produk Anda dengan memberikan kekeluasaan pada teman bicara Anda untuk mempelajari produk Anda bebas tanpa halangan.
  1. Posisi Kooperatif
333-table_side
Posisi duduk seperti ini akan membantu Anda dan teman bicara Anda bisa tetap bekerja di daerah masing-masing dan bisa saling berinteraksi melihat pekerjaan masing-masing serta membahas bila ada suatu hal yang harus didiskusikan bersama. Tidak ada halangan antara Anda dan teman kerja Anda.
3. Kompetitif / Posisi Defensive
8024705731_dab0f97c91_m
Posisi seperti ini sangat memungkinkan terjadinya sifat defensif dan kompetitif dari Anda ataupun dari teman bicara Anda karena adanya meja yang menjadi penghalang.
Lebih lanjut, posisi duduk seperti ini biasanya juga menimbulkan sifat dominan, tidak bisa dikritik dan kurang fair terutama dilakukan oleh orang yang menguasai meja.
Anda tentu akan bersikap menjaga jarak saat bertemu dengan boss Anda di ruangannya dalam posisi duduk seperti ini. Jarang sekali Anda akan meletakkan seluruh tangan Anda di meja boss Anda kecuali bila sudah sangat dekatnya Anda dengan boss Anda karena merasa meja tersebut adalah bagian dari teritori boss Anda. Muncul sifat atasan bawahan dengan posisi duduk seperti ini, tetapi tetap ada manfaatnya.
4. Posisi indipendent
jens-group-around-table-72dpi
Posisi duduk seperti ini biasa dilakukan bila seseorang ingin mengurangi interaksi dengan orang lain. Biasa terjadi di tempat-tempat umum seperti angkot yang sepi penumpang, bangku taman, restoran, perpustakaan dan lain sebagainya.
Posisi duduk seperti ini adalah posisi santai atau malah posisi yang tidak peduli sama sekali. Dan, bukan rahasia lagi kalau Anda akan memilih bangku paling ujung agar tidak begitu terlibat dalam suatu diskusi pastinya.
Kegunaan
Dari posisi-posisi duduk tersebut, tentunya Anda bisa mulai mengindetifikasi dimana Anda harus duduk disesuaikan dengan tujuan dan interaksi yang Anda inginkan baik dalam konteks bisnis atau konteks sosial lainnya.
Bila pertemuan diadakan di meja persegi empat dengan empat bangku, pastinya ini menciptakan corner position dan competitive/defensive position:
untitled
Kerjasama aktif akan diberikan oleh orang yang duduk di sebelah kanan Anda dan resistensi akan datang dari orang yang duduk berhadapan langsung dengan Anda. Oleh karena itu, bila Anda punya teman kepercayaan maka ajak dia untuk duduk di sebelah kanan Anda.
Hal ini berlaku juga bila meja tempat Anda duduk diatur seperti gambar berikut:
untitled-1
Bila Anda bermaksud untuk membuat orang lebih terbuka dan proaktif Anda bisa tempatkan orang tersebut di posisi A dan Anda duduk di posisi B1 atau B2 (corner position).
Bila Anda menginginkan untuk berkerja lebih baik dengan orang lain maka aturlah duduk Anda untuk bisa duduk bersebelahan dengan teman bicara Anda (co-operative position). Anda bisa di duduk B1 teman Anda di C1 atau sebaliknya yang penting bersebelahan.
Bila maksud Anda untuk mempersuasi orang lain dengan menghadirkan narasumber atau seorang ahli agar bisa dimintai pendapatnya maka Anda duduk di A, teman bicara Anda di B1 dan narasumber di B2. Jangan Anda yang duduk berhadapan langsung dengan teman bicara Anda. Anda harus tetap di corner position atau co-operative position.
Bila Anda tidak punya pilihan dan harus duduk dalam posisi berhadapan dengan teman bicara Anda sebaiknya geser sedikit kursi Anda sehingga membentuk sudut dengan teman bicara Anda biar interaksi menjadi lebih baik.
Demikian pula bila Anda duduk di meja bundar ada baiknya Anda geser sedikit tempat duduk Anda agar Anda tidak berhadapan langsung dengan teman bicara Anda.
Dalam suatu perundingan, dimana dua team yang berbeda saling berhadapan. Posisi yang baik untuk ketua team agar bisa mengatur jalannya diskusi dengan baik adalah di posisi C1 atau C2 karena pandangan bisa luas ke depan dan andaikan butuh data dan informasi dia bisa meminta data tersebut pada orang yang duduk  di sebelah kanan dan kirinya.
Lakukan closing dalam posisi duduk. Dalam posisi duduk, prospek sudah dalam posisi 'closing kecil' sebelum akhirnya 'closing betulan'. Jangan melakukan closing sambil berdiri apalagi berjalan. Contohnya adalah dalam pameran mobil atau properti, sales selalu menyediakan meja dan kursi. Setiap calon pembeli selalu diajak untuk duduk sehingga sales leluasa untuk mempromosikan produknya.
2. Penawaran Dipresentasikan secara Tertulis
Sebisa mungkin presentasi di kertas dihadapan prospek dan kertas tersebut diberikan kepada mereka. Contohnya adalah sales asuransi dalam menjual polisnya.
3. Penawaran Dikomunikasikan secara Jelas
Penting untuk menguasai bahasa formal dan santun dan menyampaikan secara jelas kepada prospek. Brosur juga dapat dipresentasika sebagai alat bantu tambahan sehingga prospek semakin jelas dengan penawaran yang ditawarkan. Isi brosurnya harus dijelaskan bukan hanya diberikan kepada prospek. Yang dijelaskan terutama adalah fitur dan benefitnya, bukan hanya fiturnya saja. Alat bantu lain selain brosur juga dapat digunakan.
4. Kontak Mata
Kontak mata diperlukan untuk menimbulkan keyakinan kepada prospek sehingga prospek merasa dihargai dan menilai sales mengerti dengan produk yang sedang ia tawarkan. Selama presentasi tetap jaga kontak mata dan fokus kepada pelanggan. Jangan menunduk atau mengarahkan mata kemana-mana karena ada kesan 'kita menyembunyikan sesuatu' kepada pelanggan.
5. Selalu Membawa Alat Tulis dan Daftar Kunjungan
Hal ini dimaksudkan agar penjual mengetahui keseriusan prospek. Buktinya closing adalah menuliskan nama pembeli, alamat tinggal, alamat email, dan nomor yang bisa dihubungi, bukan sekedar ucapan prospek.
6. Perlakukan Prospek sebagai Pembeli
Perlakukan semua prospek seolah-olah mereka sudah membeli produk atau jasa yang kita tawarkan, meskipun pada akhirnya belum tentu jadi beli. Pembeli akan sangat respect dengan tim sales yang presentasi.
7. Percaya Diri dan Rileks
Apabila bertemu dengan prospek, usahakan untuk tidak 'minder'. Tetap tersenyum dan percaya diri. Pada saat ini sama-sama 'nothing'.
8. Berpikiran Positif dan Senyum
Pada saat melakukan presentasi, sebaiknya emosi harus dijaga, kelola emosi dengan baik. Tetap menjaga perasaan dan hati agar tetap prima, tinggalkan dulu perasaan apabila ada masalah dalam kerjaan, rumah tangga, dll.
9. Ajukan Pertanyaan yang Tepat
Ajukanlah pertanyaan yang tepat bukan pertanyaan yang tidak penting.
SPIN SELLING
Dalam menjual produk/jasa, ada 4 tahap yang harus dilalui:
  1. Pendahuluan
  2. Investigasi terhadap calon pembeli
  3. Demo
  4. Closing
1. Pendahuluan
Membuka penjualan dengan menanyakan situasi dengan pertanyaan terbuka. Apa kebutuhan pembeli dan tawarkan solusi sesuai dengan kemampuan kita.
2. Investigasi
Kunci sukses keberhasilan adalah ada pada tahap investigasi terhadap prospek. Apabila tahap ini sukses, artinya 80% akan mencapai closing. Sebaliknya, apabila informasi tentang prospek ini minim, maka lebih banyak gagal dalam menjual. Untuk mengetahui informasi tentang prospek, penjuala dapat mencari tahu dulu informasi mengenai si prospek dan bertanya. Ada 3 jenis jualan dengan cara bertanya:
  • Penjualan kecil: degan menanyakan situasi dengan pertanyaan terbuka, pertanyaan tentang masalah yang dihadapi, apa kebutuhan prospek, dan tawarkan solusi sesuai dengan kemampuan kita.
  • Penjualan besar: pertanyaan harus lebih mendalam terutama mengenai Hukum Timbangan Membeli. Apa yang menjadi keunggulan produk dijelaskan lebih rinci sehingga produk/jasa kita lebih murah dibandingkan manfaat dan keunggulannya.
  • Rumus Spin secara umum: S (situation), P (problem), I (implication), N (need).
Kunci dari keberhasilan jualan cara ini adalah mendapatkan jawaban dari pertanyaan yang kita berikan sehingga prospek membutuhkan solusi dari penjual.
Terima kasih telah membaca artikel Kekuatan Marketing. Nantikan tulisan selanjutnya. ^_^



Kamis, 12 Januari 2017

Tenun Tradisional Nusa Tenggara Barat (NTB)



Tenun Tradisional Nusa Tenggara Barat (NTB)

A. Fungsi Tenunan
Fungsi utama tenunan pada awalnya adalah sebagai bahan pakaian, kemudian berkembang menjadi perhiasan. Pemanfaatan tenunan tradisional terus mengalami perkembangan, sehingga tenunan tidak saja berfungsi sebagai bahan sandang saja, tetapi telah berkembang menjadi sprei, sarung bantal, kain gorden, alas meja, dan berbagai macam keperluan lainnya.
B. Proses dari Kapas Menjadi Kain
Sebelum pekerjaan menenun dimulai yang harus disiapkan terlebih dahulu adalah benang yang akan ditenun. Alat-alat yang dipakai adalah:
1.     Golong (bahasa sasak), lili (bahasa bima): digunakan untuk membuang biji kapas
2.     Betuk (bahasa sasak), mbenti (bahasa bima): digunakan untuk menghaluskan kapas
3.     Pelusut bojol (bahasa sasak), kandiwolo (bahasa bima): digunakan untuk pelusut kapas
4.     Arah (bahasa sasak), janta (bahasa bima): digunakan untuk memintal benang
5.     Ajon (bahasa sasak), ale (bahasa bima): digunakan untuk membuat benang stukal
6.     Gelontong (bahasa sasak): digunakan sebagai tempat menaruh benang yang disikat dengan sikat ijuk
7.     Andir (bahasa sasak), langgiri (bahasa bima): digunakan untuk menggulung benang yang akan ditenun.
Untuk proses pembuatannya dapat dilihat di artikel Kain Songket Lombok: Kain Songket Lombok

Alat Pembuat Benag Tradisional
Alat Pembuat Benang
Sesudah proses pembuatan benang, maka proses selanjutnya menggunakan peralatan tenun yang disebut ranggon. Ranggon adalah seperangkat alat tenun yang terdiri dari benda-benda yang disebut di bawah ini:
1.     Ane: alat perentang benang
2.     Batang jajak: landasan jajak
3.     Jajak: tempat untuk benang lungsi
4.     Tutuk: tempat jajak gulungan benang yang akan ditenun
5.     Wede: pembatas benang lungsi atas dengan bawah
6.     Penggolong: pembatas benang lungsi atas dengan bawah
7.     Penggun: untuk menaikkan dan menurunkan benang lungsi
8.     Suri: sisiran benang lungsi dan juga sebagai penekan benang pakan
9.     Belida/berira: untuk menekan suri pada waktu merapatkan benang pakan
10. Tekah: untuk mengencangkan bidang tenunan
11. Apit: untuk menggulung tenun
12. Alit: tali penghubung apit dengan telekot
13. Telekot: sandaran untuk menyangga pinggang penenun
14. Terudak: tempat peniring benang pakan
15. Peniring: tempat gulungan benang pakan
16. Lilin: digunakan untuk melicinkan belida

C. Teknik Menenun
Dilihat dari corak dan bentuk kain tenun yang dihasilkan, kain tenun digolongkan menjadi tenun pelekat dan tenun songket.
D. Tenun Pelekat
Dasar dari teknik tenun pelekat, yaitu mencelup benang lungsi dan benang-benang pakan ke dalam bahan warna dan membuat suatu corak ragam hias dari jalinan benang lungsi dan benang pakan yang beraneka warna. jalinan itu akan membentuk kolom besar dan kecil atau kotak-kotak besar dan kecil. Kain sarung dengan corak kotak-kotak besar menurut istilah Bima disebut tembe lomba, sedangkan kain sarung dengan corak kotak-kotak kecil disebut bali mpida. Salah satu ciri khas kain tenun Sumbawa, yaitu bentuk kotak-kotak kecil.
Kain Tembe Lomba/Tembe Nggoli Koleksi Dlava Butik  
Kain Tembe Lomba/Tembe Nggoli Koleksi Dlava Butik
Kain Tembe Lomba/Tembe Nggoli Koleksi Dlava Butik

E. Tenun Songket 
Selain kain tenun biasa, terdapat kain tenun yang disebut kain songket. Songket adalah suatu teknik/cara memberikan hiasan pada suatu kain tenun. Songket sendiri berasal dari kata “sungkit” yang artinya mengangkat beberapa helai benang lungsi dengan lidi sehingga terjadi lubang-lubang. Ke dalam lubang-lubang tadi kemudian di sulamkan benag pakan emas atau perak. Proses penyisipan benang pakan emas atau perak dilakukan bersamaan dengan memasukkan beang pakan yang dijepit oleh silangan benag lungsi dari alat-alat tenun. Biasanya pola membuat songket dilakukan dengan cara menghitung banyaknya benang lungsi yang akan diangkat.
Pada umumnya songketan merupakan hiasan tambahan, sebagai pengisi bidang, baik tengah maupun sebagai hiasan pinggur dari kain. Ragam hiasnya dapat berupa ceplok bunga atau unsur flora, fauna, bahkan motif hias manusia juga digunakan. Sebagai hiasan pinggir sering dipakai motif hias tumpal, meander, pola kertas tempel, kait, dan sebagainya. Dalam songket digunakan juga ragam hias garis-garis geometris yang dipadukan dengan motif hias flora dan fauna, yang dalam pembuatannya pada kain tenun selalu dalam pola garis-garis sudut-menyudut. Sebagai contoh, misalnya dalam sebuah kain tenun terdapat songketan berbentuk garis geometris meander. Bentuk ini dalam bentuk sudut menyudut akan diarahkan dalam bentuk yang hampir sama yang menggambarkan seekor burung terbang. Garis sudut menyudut meander ini juga dengan teknik songket akan dapat berubah bentuknya ke dalam bentuk yang menggambarkan sebuah pohon hayat.
 Untuk Melihat Koleksi Kain Songket Lombok http://dlavabutik.blogspot.co.id/2017/01/kain-songket-lombok

Songket Bima Koleksi Dlava Butik
Songket Bima Koleksi Dlava Butik
Songket Bima Koleksi Dlava Butik
Songket Bima Koleksi Dlava Butik
Songket Bima Koleksi Dlava Butik
Songket Bima Koleksi Dlava Butik
Songket Bima Koleksi Dlava Butik
Songket Bima Koleksi Dlava Butik
Songket Bima Koleksi Dlava Butik
Songket Bima Koleksi Dlava Butik
F. Tenun dengan teknik ikat
pada teknik ikat, pola yang dibuat diikat. Dimulai dengan beberapa helai benang diikat dengan tali-tali dari serat tumbuh-tumbuhan kemudian benang imasukkan ke dalam bahan warna. Proses ini di ulang menurut keperluan. Bagian-bagian yang diikat disesuaikan dengan pola hias yang dikehendaki. setelah pencelupan, warna asli kapas yang putih akan tetap putih pada bagian yang tadi diikat. Sedangkan bagian yang tidak diikat berubah warna sesuia dengan warna yang dikehendaki. proses pencelupan ke dalam bahan warna ini dapat dilakukan sekali atau beberapa kali, menurut keperluan.
Jenis tanaman tang hanya benag pakan atau benag lungsinya saja yang diikat, disebut ikat tunggal. Sedangkan jika benang pakan dan benag lungsinya keda-duanya diikat, disebut ikat berganda. Teknik ikat di Lombok masih terus berkembang hongga saat ini. Sesuai dengan perkembangannya, di samping dijadikan sebagai kain sarung, juga digunakan sebagai seprei, sarung bantal, gorden dan lain-lain. sesiau dengan kebutuhan masyarakat pemakainya.
Tenun Ikat Koleksi Dlava Butik
Tenun Ikat Koleksi Dlava Butik
Tenun Ikat Koleksi Dlava Butik
Tenun Ikat Koleksi Dlava Butik
Tenun Ikat Koleksi Dlava Butik
 
Tenun Ikat Bale Lumbung Koleksi Dlava Butik
Tenun Ikat Koleksi Dlava Butik
Untuk model kain tenun dan songket Nusa Tenggara Barat bisa dilihat di koleksi Dlava Butik di http://dlavabutik.com/fabrics

Terima kasih telah membaca artikel Kain Tenun Nusa Tenggara Barat. Nantikan tulisan selanjutnya ^_^

Jangan lupa Ikuti kami  juga di

FB : https://www.facebook.com/dlavabutik/  Ig: @dlavabutik  Line: Dlava Butik